Probolinggo, 7 Agustus 2026 — Komitmen untuk menyukseskan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) terus diperkuat di Kota Probolinggo. Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Probolinggo menerima audiensi Dewan Pimpinan Cabang Gabungan Pengusaha Makan Bergizi Indonesia (GAPEMBI) Kota Probolinggo, Jumat (7/8/2026), di Kantor MUI Kota Probolinggo.
Pertemuan tersebut menjadi momentum penting untuk memperkuat komunikasi, koordinasi, dan sinergi antara ulama dan dunia usaha dalam mendukung pelaksanaan program MBG agar berjalan secara profesional, aman, berkualitas, serta memberikan manfaat optimal bagi masyarakat.
Yang menjadi salah satu hasil penting dalam audiensi tersebut adalah kesepakatan MUI Kota Probolinggo dan GAPEMBI untuk membangun kerja sama yang lebih konkret melalui Memorandum of Understanding (MOU).
Rombongan GAPEMBI Kota Probolinggo dipimpin langsung oleh Ketua GAPEMBI Kota Probolinggo, Nur Fathur R.E., S.AP., bersama jajaran pengurus. Rombongan diterima langsung oleh Ketua Umum MUI Kota Probolinggo, Prof. Dr. KH. M. Sulthon, MA., bersama jajaran pengurus MUI Kota Probolinggo.
Membangun Sinergi untuk MBG
Dalam audiensi tersebut, GAPEMBI menyampaikan komitmennya untuk mengambil peran konstruktif dalam mendukung keberhasilan program MBG.
Menurut GAPEMBI, keberhasilan program tersebut membutuhkan ekosistem kerja yang kuat dan profesional, yang melibatkan berbagai unsur, mulai dari Mitra Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), supplier, dunia usaha, pemerintah daerah, hingga pemangku kepentingan lainnya.
Ketua GAPEMBI Kota Probolinggo, Nur Fathur R.E., S.AP., menegaskan bahwa dunia usaha memiliki tanggung jawab untuk memastikan dukungan terhadap program MBG dilaksanakan dengan mengedepankan kualitas, profesionalitas, ketepatan distribusi, serta standar keamanan dan kelayakan pangan.
“Kami ingin membangun sinergi yang sehat antara Mitra SPPG, supplier dan Pemerintah Kota Probolinggo. Program Makan Bergizi Gratis merupakan program strategis yang menyangkut masa depan anak-anak Indonesia, sehingga pelaksanaannya harus dilakukan secara profesional, aman, berkualitas dan berorientasi pada kepentingan masyarakat,” ujar pria yang akrab disapa Gus Nur.
MUI: MBG Harus Menghadirkan Makanan yang Halalan Thayyiban
Menyambut baik audiensi tersebut, Ketua Umum MUI Kota Probolinggo, Prof. Dr. KH. M. Sulthon, MA., memberikan apresiasi terhadap komitmen GAPEMBI untuk ikut mengambil bagian dalam menyukseskan program MBG.
MUI Kota Probolinggo memandang bahwa MBG tidak semata-mata berkaitan dengan pemenuhan kebutuhan pangan dan gizi. Di dalamnya terdapat dimensi moral, sosial, kesehatan, ekonomi, dan keagamaan yang harus diperhatikan secara bersama-sama.
Karena itu, makanan yang diberikan kepada masyarakat, khususnya anak-anak, tidak hanya harus bergizi, tetapi juga harus memperhatikan aspek kehalalan, keamanan, kebersihan, kesehatan, kualitas bahan pangan, serta proses pengolahan dan distribusinya.
“Program Makan Bergizi Gratis harus kita sukseskan bersama. Ini bukan hanya program pemerintah, tetapi merupakan gerakan bersama untuk mempersiapkan generasi Indonesia yang sehat, cerdas dan berkualitas. Karena itu, sinergi antara pemerintah, SPPG, dunia usaha, ulama dan masyarakat sangat penting,” ungkap Prof. Dr. KH. M. Sulthon, MA.
Menurutnya, prinsip halalan thayyiban harus menjadi salah satu landasan penting dalam penyediaan makanan bagi masyarakat.
Halalan thayyiban tidak hanya berarti makanan tersebut halal secara syariat, tetapi juga mengandung makna bahwa makanan harus baik, sehat, aman, bersih, berkualitas, dan layak dikonsumsi.
Dorong Tata Kelola yang Amanah dan Profesional
Dalam pertemuan tersebut, MUI Kota Probolinggo juga mendorong seluruh pihak yang terlibat dalam ekosistem MBG untuk membangun pola kemitraan yang berlandaskan amanah, profesionalitas, transparansi, keadilan, dan tanggung jawab sosial.
Koordinasi antara GAPEMBI, Mitra SPPG, supplier dan Pemerintah Kota Probolinggo dinilai penting agar pelaksanaan program dapat berjalan efektif, terukur, dan memberikan manfaat yang optimal bagi penerima manfaat.
MUI juga mendorong GAPEMBI agar dapat menjadi mitra strategis dalam membangun tata kelola ekosistem penyediaan makanan bergizi yang tidak hanya mengejar aspek kuantitas, tetapi juga memperhatikan kualitas dan keberlanjutan.
Dengan demikian, rantai penyediaan makanan dalam program MBG diharapkan dapat memenuhi prinsip halalan thayyiban, sekaligus membuka ruang pemberdayaan ekonomi masyarakat lokal.
Membuka Peluang bagi Ekonomi Umat
Sinergi antara MUI dan GAPEMBI juga diharapkan memberikan dampak positif terhadap perekonomian masyarakat Kota Probolinggo.
Rantai pasok program MBG memiliki potensi untuk melibatkan berbagai sektor ekonomi lokal, termasuk UMKM, petani, peternak, nelayan, serta pelaku usaha pangan lokal, sepanjang memenuhi ketentuan, standar kualitas, keamanan, dan persyaratan halal yang berlaku.
Dengan keterlibatan pelaku usaha lokal, program MBG diharapkan tidak hanya memberikan manfaat kepada penerima makanan, tetapi juga mampu menggerakkan roda perekonomian masyarakat.
Hal ini sejalan dengan semangat membangun ekosistem yang saling menguatkan: anak-anak mendapatkan makanan yang bergizi dan berkualitas, sementara masyarakat memperoleh peluang ekonomi melalui rantai pasok yang sehat dan berkelanjutan.
MUI dan GAPEMBI Sepakat Perkuat Kerja Sama
Audiensi tersebut kemudian ditutup dengan komitmen bersama untuk terus membangun komunikasi dan koordinasi antarpemangku kepentingan.
MUI Kota Probolinggo dan GAPEMBI sepakat bahwa keberhasilan MBG membutuhkan kolaborasi, integritas, profesionalitas, transparansi, dan kepedulian bersama.
Sebagai tindak lanjut dari pertemuan tersebut, kedua belah pihak juga menyepakati untuk membangun kerja sama yang lebih konkret melalui Memorandum of Understanding (MOU).
Kesepakatan tersebut diharapkan menjadi landasan bagi berbagai bentuk sinergi ke depan, khususnya dalam mendukung aspek kehalalan, peningkatan literasi halal, penguatan sumber daya manusia, pendampingan, serta pengembangan ekosistem penyediaan makanan yang berkualitas.
Bagi MUI Kota Probolinggo, kolaborasi ini merupakan bagian dari ikhtiar untuk menghadirkan kemaslahatan bagi masyarakat.
Program Makan Bergizi Gratis diharapkan tidak berhenti sebagai program penyediaan makanan, tetapi menjadi investasi sosial dan pembangunan generasi.
Generasi yang sehat membutuhkan makanan yang bergizi. Generasi yang kuat membutuhkan lingkungan yang aman. Dan sebagai bagian dari masyarakat Indonesia yang menjunjung tinggi nilai-nilai agama, makanan yang dikonsumsi juga harus memperhatikan prinsip halal dan thayyib.
Dari Probolinggo, MUI dan GAPEMBI berkomitmen membangun sinergi untuk menghadirkan ekosistem MBG yang halal, sehat, aman, berkualitas, profesional, dan berpihak pada kemaslahatan masyarakat.