Satukan Ulama dan Akademisi, MUI Kota Probolinggo Launching Jurnal dan Perkuat Kolaborasi 7 Perguruan Tinggi

PROBOLINGGO, 15 Agustus 2026 — Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Probolinggo terus memperkuat peran strategisnya dalam membangun budaya akademik, literasi ilmiah, dan pengembangan kajian keislaman yang relevan dengan kebutuhan masyarakat.

Komitmen tersebut diwujudkan melalui kegiatan Launching Jurnal MUI Kota Probolinggo, Penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) dengan Perguruan Tinggi, serta Pelatihan Penulisan Karya Ilmiah bagi dosen dan mahasiswa, yang digelar pada Sabtu, 15 Agustus 2026, di Kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Probolinggo.

Kegiatan ini menjadi momentum penting bagi MUI Kota Probolinggo untuk membangun ekosistem keilmuan yang mempertemukan ulama, pemerintah daerah, perguruan tinggi, akademisi, mahasiswa, dan masyarakat.

Dalam sambutan yang disampaikan pada kegiatan tersebut, Wali Kota Probolinggo yang dibacakan oleh Asisten Perekonomian Ir. Aries Santoso, M.M. menyampaikan apresiasi atas inisiatif MUI Kota Probolinggo dalam mengembangkan tradisi intelektual dan memperkuat kolaborasi dengan dunia perguruan tinggi.

Menurutnya, pembangunan daerah tidak cukup hanya bertumpu pada pembangunan fisik dan ekonomi, tetapi juga membutuhkan pembangunan intelektual, moral, spiritual, dan kebudayaan.

“Sinergi antara ulama, umara, dan akademisi menjadi sangat penting. Ulama memiliki kekuatan moral dan keagamaan, pemerintah memiliki kewenangan kebijakan dan pelayanan publik, sedangkan perguruan tinggi memiliki kekuatan ilmu pengetahuan, penelitian, dan inovasi.”

Wali Kota berharap kerja sama antara MUI Kota Probolinggo dan perguruan tinggi tidak berhenti pada penandatanganan MoU, tetapi dilanjutkan dengan berbagai program konkret, seperti penelitian bersama, seminar dan diskusi ilmiah, publikasi jurnal, pengembangan pusat kajian, penguatan kapasitas dosen dan mahasiswa, pengabdian kepada masyarakat, serta penyusunan rekomendasi kebijakan berbasis penelitian.

Jurnal MUI Jadi Ruang Pengembangan Gagasan

Dalam kesempatan ini MUI Kota Probolinggo melakukan Launching Jurnal MUI Kota Probolinggo. Keberadaan jurnal ini dipandang sebagai tonggak penting dalam membangun tradisi intelektual keislaman di daerah.

Menurut Ketua Komisi Pengkajian dan Penelitian MUI Kota Probolinggo Dr. KH. Hefny Razaq, M.Pd. menyampaikan bahwa Jurnal ilmiah diharapkan tidak sekadar menjadi media publikasi, tetapi juga menjadi ruang untuk menguji gagasan, mendokumentasikan pengetahuan, mengembangkan penelitian, dan menghadirkan solusi atas berbagai persoalan masyarakat.

“MUI Kota Probolinggo diharapkan mampu menghadirkan kajian keislaman yang ilmiah, objektif, kontekstual, dan solutif sehingga dapat memberikan kontribusi terhadap persoalan pendidikan, keluarga, ekonomi, sosial, lingkungan, teknologi digital, literasi media, moderasi beragama, serta berbagai persoalan kemasyarakatan lainnya”, tegas Ra Hefny.

Lebih lanjut menurutnya, khazanah keislaman diharapkan tidak berhenti pada ruang-ruang kajian, tetapi dapat hadir sebagai kekuatan transformasi sosial dan sumber kemaslahatan masyarakat.

MoU Harus Melahirkan Program Konkret

Penandatanganan MoU antara MUI Kota Probolinggo dan sejumlah perguruan tinggi menjadi bagian penting dari agenda penguatan kolaborasi kelembagaan. Adapun perguruan tinggi yang melakukan penandatanganan MOU dengan MUI adalah, UNUJA, UPM, IAD, ITBKES Jawa Timur, AMIK Taruna Leces, STIA Bayuangga, dan STAIRO.

Ketua Umum MUI Kota Probolinggo Prof. Dr. KH. M. Sulthon, MA. menjelaskan dalam sambutannya bahwa Kerja sama tersebut diharapkan membuka ruang yang lebih luas bagi dosen dan mahasiswa untuk melakukan penelitian, pengabdian masyarakat, publikasi ilmiah, diskusi akademik, serta kajian bersama terhadap berbagai persoalan strategis yang dihadapi masyarakat Kota Probolinggo.

“MUI Kota Probolinggo juga mendorong agar perguruan tinggi tidak hanya menjadi pusat pendidikan, tetapi berkembang sebagai pusat produksi pengetahuan dan solusi bagi persoalan masyarakat”, ujar kyai Sulthon.

Lebih lanjut Kyai Sulthon menjelaskan bahwa MUI dapat menjadi mitra strategis perguruan tinggi dalam memperkuat dimensi keagamaan, etika, moral, dan kemaslahatan dalam pengembangan ilmu pengetahuan.

Selain launching jurnal dan penandatanganan MoU, kegiatan juga diisi dengan Pelatihan Penulisan Karya Ilmiah bagi dosen dan mahasiswa. Pelatihan tersebut menghadirkan narasumber utama Prof. Dr. KH. Hasan Baharun Guru Besar Universitas Nurul Jadid (UNUJA) Paiton Probolinggo.

Pelatihan tersebut menjadi bagian dari upaya meningkatkan kemampuan akademik, khususnya dalam menghasilkan tulisan ilmiah yang sistematis, berbasis data, metodologis, dan dapat dipertanggungjawabkan secara akademik.

Diharapkan kegiatan tersebut melahirkan lebih banyak penulis dan peneliti produktif yang mampu mengangkat berbagai potensi maupun persoalan lokal Kota Probolinggo.

“Ilmu harus memberikan pencerahan. Penelitian harus menghasilkan solusi. Dan karya ilmiah harus memberikan kontribusi bagi kemajuan peradaban,” demikian kutipan materi Prof. Hasan yang disampaikan dalam kegiatan tersebut.

Bangun Masyarakat Religius dan Literat

Penguatan budaya akademik dan literasi ilmiah dinilai semakin penting di tengah derasnya arus informasi digital.

Masyarakat saat ini menghadapi berbagai tantangan berupa hoaks, disinformasi, ujaran kebencian, polarisasi, dan penyebaran informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan.

Karena itu, masyarakat perlu dibiasakan untuk membaca, memeriksa sumber, meneliti, berpikir kritis, serta mengambil kesimpulan berdasarkan data dan informasi yang kredibel.

MUI Kota Probolinggo bersama perguruan tinggi diharapkan dapat menjadi bagian dari gerakan membangun masyarakat yang religius sekaligus literat, kritis, terbuka, moderat, dan berkemajuan.

Kegiatan ini sekaligus menegaskan pentingnya kolaborasi berbagai unsur dalam pembangunan Kota Probolinggo.

Pemerintah daerah, ulama, perguruan tinggi, dunia usaha, media, dan masyarakat perlu membangun sinergi sesuai dengan kapasitas masing-masing.

Ekosistem kolaborasi tersebut diharapkan mampu menjadikan ilmu sebagai cahaya, penelitian sebagai dasar kebijakan, kolaborasi sebagai kekuatan, dan kemaslahatan masyarakat sebagai tujuan akhir.

MUI Kota Probolinggo berkomitmen untuk terus memperkuat peran sebagai mitra strategis pemerintah daerah dan perguruan tinggi dalam menghadirkan gagasan, penelitian, dan kajian keislaman yang memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan masyarakat.

Launching Jurnal MUI Kota Probolinggo, penandatanganan MoU dengan perguruan tinggi, dan pelatihan penulisan karya ilmiah ini diharapkan menjadi awal dari gerakan intelektual yang lebih besar, sekaligus memperkokoh sinergi ulama, pemerintah, dan dunia akademik dalam mewujudkan Kota Probolinggo yang maju, sejahtera, religius, harmonis, dan berkemajuan.

More From Author

MUI Kota Probolinggo Kecam Keras Challenge Al-Qur’an Berhadiah Miras: Jangan Jadikan Kitab Suci sebagai Bahan Sensasi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *