Probolinggo, 21 Juli 2026 – Dalam upaya meningkatkan kualitas pelayanan keagamaan di tengah masyarakat, Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kecamatan Mayangan bersama PK IASS Mayangan menyelenggarakan Diklat Tajhizul Mayyit di Majelis Taklim Al Mar’atussholihah, Masjid Baitul Qubro, Arum Permai, Jalan Yos Sudarso, Kelurahan Mangunharjo, Kecamatan Mayangan, Kota Probolinggo, Selasa (21/7/2026).
Kegiatan yang mengangkat tema “Problematika Tajhizul Jenazah dan Pemulasaraan” ini diikuti sekitar 40 peserta yang terdiri dari tokoh masyarakat, pengurus keagamaan, serta kader yang memiliki kepedulian terhadap pelayanan pemulasaraan jenazah di lingkungan masing-masing.
Diklat ini diselenggarakan sebagai bentuk komitmen MUI Kecamatan Mayangan dalam memberikan pembinaan keagamaan yang aplikatif, sekaligus menjawab berbagai persoalan yang kerap muncul di masyarakat terkait tata cara pengurusan jenazah sesuai tuntunan syariat Islam.
Peserta memperoleh pembekalan secara komprehensif, mulai dari fikih tajhizul mayyit, tata cara memandikan, mengafani, menyalatkan, hingga menguburkan jenazah. Selain itu, materi juga mengulas berbagai persoalan kontemporer yang sering dihadapi masyarakat dalam proses pemulasaraan jenazah, sehingga peserta memiliki bekal pengetahuan dan keterampilan yang dapat diterapkan secara tepat.
Ketua MUI Kecamatan Mayangan, Ustadz Asnafun, menyampaikan bahwa kolaborasi antara MUI Kecamatan Mayangan dan PK IASS merupakan bagian dari ikhtiar bersama untuk menghadirkan pelayanan keagamaan yang semakin berkualitas.
“Melalui kegiatan ini, kami berharap masyarakat memiliki pemahaman yang benar mengenai tata cara pemulasaraan jenazah sesuai syariat Islam. Penguatan kapasitas kader dan tokoh masyarakat di bidang tajhizul mayyit merupakan bagian dari pelayanan umat yang harus terus ditingkatkan agar mampu memberikan pendampingan yang benar ketika masyarakat membutuhkan,” ujar Ustadz Asnafun.
Menurutnya, pendekatan yang menggabungkan teori dan praktik menjadi nilai lebih dalam pelatihan ini, sehingga peserta tidak hanya memahami aspek fikih, tetapi juga memiliki keterampilan teknis dalam melaksanakan pemulasaraan jenazah dengan penuh kehati-hatian, penghormatan, serta menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan.
Melalui kegiatan ini, MUI Kecamatan Mayangan berharap para peserta dapat menjadi mitra dakwah sekaligus rujukan di lingkungan masing-masing dalam memberikan edukasi dan pendampingan kepada masyarakat terkait penyelenggaraan jenazah. Dengan demikian, syariat Islam dalam memuliakan jenazah dapat terus terjaga, dipahami, dan diamalkan secara benar sebagai bagian dari pelayanan keagamaan yang membawa kemaslahatan bagi umat.